Senin, 15 Juli 2013

RKTS

RENCANA KERJA TAHUNAN SEKOLAH (RKTS)
SEKOLAH DASAR NEGERI 4 MUARADUA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Peningkatan kualitas sumber daya menusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas SDM tersebut adalah pendidikan sehingga kualitas pendidikan harus senantiasa ditingkatkan termasuk peningkatan kualitas pendidikan di SD Negeri 4 Muaradua Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan.
Dewasa ini kompetisi pendidikan berlangsung sangat ketat dan tajam hampir tiada batas. Sekolah yang tidak mampu bersaing secara fair dan terbuka akan tertinggal terseleksi oleh keadaan. Oleh karena itu SD Negeri 4 Muaradua perlu mengembangkan dan meningkatkan secara terus menerus dengan memperhatikan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya menusia maupun sumber daya yang lainnya. SD Negeri 4 Muaradua memiliki siswa sebanyak 227 Siswa, guru sebanyak 14 guru, dukungan dan kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholder) yang mendukung, sarana dan prasarana, dan  berada di lingkungan persekolah dengan masyarakat yang religius.
Menghadapi kondidi tersebut SD Negeri 4 Muaradua perlu mempersiapkan diri secara mantap dengan menyusun Rencana Kerja Tahunan Sekolah (RKTS) sesuai dengan Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Stándar Pengelolaan Pendidikan dinyatakan bahwa sekolah/madrasah membuat (1) Rencana Kerja Jangka Menengah yang menggambarkan tujuan yang akan ingin dicapai dalam kurun waktu 4 tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan dan (2) Rencana Kerja Tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan anggaran sekolah/ Madrasah (RKAS) dilaksanakaan berdasarkan Rencana Kerja jangka menengah.


B.     Tujuan Penyusunan RKTS
Pada dasarnya tujuan penyusunan RKTS ini adalah :
  1. Membantu sekolah dalam membelanjakan anggaran secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam satu tahun.
  2. Membantu sekolah dalam merespon tuntutan partisipasi masyarakat, dan
  3. Membantu sekolah dalam meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas.

C.    Manfaat RKTS
Manfaat RKTS ini dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Sebagai acuan bagi sekolah untuk mencapai terget-target peningkatan kualitan pendidikan yang akan dicapai dalam jangka pendek.
  2. Dapat digunakan sebagai panduan bagi sekolah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi dari pemerintah maupun dari non pemerintah.
  3. Sebagai sumber inspirasi bagi seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran, dan
  4. Sebagai tolak ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai program peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
D.    Landasan Hukum
1.      Undang-undang No. 20 tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3.      Permendiknas No. 22, 23, dan 24 Tahun 2006 tentang SI dan SKL
4.      Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
5.      Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
6.      Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Kepala Sekolah
7.      Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Tugas Guru sebagai Kepala Sekolah
8.      Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
9.      Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
10.  Permendiknas No. 69 Tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan
11.  Permendiknas No. 20 Tahun 20007 tentang Standar Penilaian

E.     Metode Penyusunan RKTS
Penyusunan RKTS ini disusun berdasarkan data yang dikumpulkan yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis Swot. Analisis Swot digunakan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang ada pada sekolah baik pada masa kini dan harapan sekolah ke depan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi. Sehingga dapat direkomnedasikan jalan keluar agar tujuan yang telah ditetapkan dicapai. Data yang dianalisis berasal dari data yang dikumpulkan melalui metode observasi dan  metode tanya jawab.
Metode observasi digunakan berdasarkan fakta riil saat ini baik melalui pengamatan langsung dan berdasarkan data yang tersimpan pada bank data SD Negeri 4 Muaradua. Data tersebut dapat berupa dokumen pengarsipan dan dokumen elektronik. Sedangkan yang lain yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah metode tanya jawab secara langsung terkait dengan fungsi kepala sekolah dalam mensupervisi guru. Metode tanya jawab juga digunakan saat rapat dengan komite sekolah dan rapat interen guru untuk mengetahui beberapa kelemahan dan kekuatan yang layak untuk mendapat jalan keluar sehingga tantangan nyata yang dihadapi dapat diatasi menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Kemudian melalui proses tersebut dituangkan dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dalam kurun waktu 4 tahun dan kemudian di tuangkan kembali dalam Rencana Kerja Tahunan Sekolah (RKTS) setiap tahunnya yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS).

F.     Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran dari Rencana Kerja Tahunan Sekolah adalah mengacu pada tujuan dari pendidikan nasional sesuai dengan bunyi pasal 3 Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 yaitu Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman  dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” . Kemudian diatur  lebih lanjut ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan  yang memuat 8 Standar Nasional Pendidikan yaitu a. standar isi; b. standar proses; c. standar kompetensi lulusan; d. standar pendidik dan tenaga kependidikan; e. standar sarana dan prasarana; f. standar pengelolaan; g. standar pembiayaan;dan h. standar penilaian pendidikan.
Berdasarkan tujuan pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam 8 standar pendidikan yang dikaitkan kodisi riil sekolah yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan maka dilakukanlah usaha minimal untuk mencapai SNP (Standar Nasional Pendidikan) atau bahkan dapat lebih yang selanjutnya dapat mengacu kepada sistem manajemen sekolah mencakup kurikulum yang mengadopsi manajemen sekolah dan kurikulum sekolah di negara maju. 
Sudah barang tentu banyak hal yang belum terpenuhi yang merupakan suatu kodisi nyata saat ini yang harus segera dipenuhi untuk mencapai standar minimal yaitu Standar Nasional Pendidikan (SNP). Maka dari itu sekolah wajib melakukan perencanaan secara rinci dan terstruktur berdasarkan analisis dari fakta kelemahan dan kekuatan yang ada sehingga dapat digambarkan kondisi tantangan nyata yang selanjutnya dijawab dengan melakukan penyusunan dan pelaksanaan program-program strategis mulai dari saat ini dan seterusnya untuk mempercepat tercapainya tujuan yang telah ditentukan.

G.    Sistematika Penulisan

            Rencana Kerja Tahunan Sekolah ini disusun dengan sistematis dengan menggunakan kaedah penulisan standard ilmiah. Hal ini dilakukan karena hal tersebut sesuai dengan karakteristik ilmiah yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian rencana kerja ini. Oleh karena pada dasarnya setiap rencana selalu berpijak dari suatu tekad untuk memperbaiki suatu keadaan saat ini yang dianggap belum baik. Keadaan baik adalah suatu keadaan yang diharapkan. Sehingga perencanaan yang matang perlu dilaksanakan berdasarkan prinsip pemecahan masalah.
            Metode pemecahan masalah yang diawali dengan ditemukannya masalah sebagai akibat terjadinya kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi yang diharapkan. Selanjutnya dilakukan analisis masalah yaitu dengan menemukan beberapa alternatif pemecahan yang mungkin dilaksanakan selanjutnya memilih satu dari beberapa alternatif tersebut untuk dijadikan solusi dari masalah tersebut untuk dipecahkan. Tindakan selanjutnya adalah implementasi dari alternatif pemecahan masalah tersebut. Langkah berikutnya adalah memastikan penerapannya berjalan baik untuk kemudian dievaluasi dalam rangka menentukan langkah berikutnya berdasarkan hasil yang dicapai pada tahapan atau siklus pertama tersebut.
            Tahapan yang didasarkan metode ilmiah hendaknya ditulis dengan kaedah ilmiah pula dengan struktur penulisan yang standar pada penulisan ilmiah sehingga pada Rencana Kerja Tahunan Sekolah ini mengikuti kaedah penulisan ilmiah baik dalam format paragarap, huruf, kertas, margin dan srtuktur penomoran. Sistematika penulisan yang digunakan adalah menggunakan huruf TM 12, kertas F4 (Folio), Spasi yang digunakan adalah 1,5 spasi.

Untuk lebih jelasnya klik tombol download di bawah ini :
Download Button

3 komentar: